Solok Selatan, (Indomen) - Rangkaian pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan se-Kabupaten Solok Selatan resmi rampung.
Kegiatan tersebut ditutup dengan Musrenbang Kecamatan Pauh Duo yang digelar di Kantor Camat Pauh Duo, Kamis (12/2/2026).
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi masyarakat Pauh Duo saat ini adalah rusaknya saluran irigasi akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian warga karena air tidak lagi mengaliri sawah-sawah masyarakat.
Menurutnya, perbaikan “kapalo banda” atau pintu air utama menjadi prioritas mendesak agar sistem pengairan kembali normal dan petani dapat kembali beraktivitas secara optimal.
“Perbaikan kapalo banda menjadi prioritas di Pauh Duo karena banyak masyarakat mengeluhkan air tidak mengalir ke sawah. Ini sudah kami sampaikan kepada Sekretaris Daerah agar segera menjadi perhatian dan diprioritaskan untuk diselesaikan,” ujar Yulian Efi.
Selain persoalan irigasi, Wabup juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan bangunan Pasar Baru Pekan Selasa yang telah lama dibangun. Hingga kini, aktivitas jual beli masih berlangsung di badan Jalan Utama setiap hari pasar, yang dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan tokoh masyarakat, untuk mendukung pemindahan aktivitas pasar ke lokasi yang telah disediakan pemerintah.
“Kami mohon dukungan semua pihak agar pemanfaatan pasar baru ini bisa tuntas. Perpindahan pasar memang selalu ada tantangan, seperti yang pernah terjadi di Muara Labuh.
Namun dengan kerja sama dan dukungan masyarakat, Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, hasil pra-Musrenbang Kecamatan Pauh Duo yang telah dilaksanakan pada 5 Februari 2026 lalu juga menghasilkan sejumlah usulan prioritas lainnya.
Di antaranya peningkatan dan rehabilitasi beberapa ruas jalan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), bantuan sarana dan prasarana untuk UMKM, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani.
Tak hanya itu, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan untuk dua SMP dan satu PAUD juga diusulkan menjadi prioritas dan akan dibahas lebih lanjut pada Musrenbang tingkat kabupaten.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Dr. H. Syamsurizaldi, jajaran Forkopimcam, para Kepala OPD, serta perwakilan masyarakat setempat.
Dengan rampungnya Musrenbang tingkat kecamatan se-Solok Selatan, seluruh usulan prioritas pembangunan akan dibawa ke pembahasan tingkat kabupaten untuk diselaraskan dengan arah kebijakan dan kemampuan anggaran daerah.(Desri Wahida)

0 Komentar