Mentawai (Indomen) ~ Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadirkan warna berbeda. Tidak hanya menjadi momentum memperingati pengabdian Polri kepada masyarakat, perayaan tahun ini juga dijadikan sebagai panggung pembinaan generasi muda melalui Lomba English Story Telling tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Rabu (01/07/2026), menjadi bukti komitmen Polres Kepulauan Mentawai dalam mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing global, sekaligus mampu menjadi duta budaya daerah di kancah internasional.
Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno A., S.E., M.M., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris merupakan bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global. Namun, menurutnya, kemampuan tersebut harus menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
"Lomba English Story Telling ini kami gagas sebagai ajang pembinaan dan pengembangan kemampuan bahasa Inggris bagi pelajar di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kami ingin para pelajar tidak hanya mahir berbahasa internasional, tetapi juga mampu mengenalkan kearifan lokal Mentawai, Minang, dan Batak kepada dunia. Di usia Bhayangkara yang ke-80 ini, Polres Mentawai berkomitmen hadir mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda daerah," ujar AKBP Rory Ratno A.
Enam pelajar terbaik berhasil melaju ke babak final setelah melalui proses seleksi yang kompetitif. Mereka menampilkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris dengan membawakan cerita rakyat yang sarat nilai sejarah, budaya, dan moral.
Para finalis terdiri atas Kosmin Taelagat dari SMA Negeri 1 Siberut Barat dengan kisah The Origin of the Canoe, Grace Loveisya dari SMAN 1 Pagai Utara Selatan membawakan The Legend of the Sipeu Fruit, Kirenius Jodi dari SMAN 1 Siberut Tengah melalui cerita The First Sikerei, Suzana Situmorang dari SMAN 1 Sipora dengan legenda Batak The Legend of Lake Toba, Shakeela Azalia Bestari dari SMAN 2 Sipora yang membawakan kisah legendaris Minangkabau Malin Kundang, serta Keziah Hannah Smith dari SMAS Penabur Berkat dengan cerita Danau Toba.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Shakeela Azalia Bestari dari SMA Negeri 2 Sipora berhasil keluar sebagai Juara I. Grace Loveisya dari SMAN 1 Pagai Utara Selatan meraih Juara II, sedangkan Keziah Hannah Smith dari SMAS Penabur Berkat menempati Juara III.
Sementara itu, Suzana Situmorang dari SMAN 1 Sipora meraih Harapan I, Kosmin Taelagat dari SMA Negeri 1 Siberut Barat memperoleh Harapan II, dan Kirenius Jodi dari SMAN 1 Siberut Tengah meraih Harapan III.
Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi keterampilan berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya melalui penyampaian cerita rakyat yang dikemas secara modern dan komunikatif. Penampilan para finalis memperlihatkan bahwa generasi muda Mentawai memiliki potensi besar untuk menjadi wajah Indonesia di tingkat internasional tanpa meninggalkan jati diri dan akar budayanya.
Acara turut dihadiri Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Rory Ratno A., S.E., M.M., M.Tr.Opsla., Bupati Kepulauan Mentawai yang diwakili Sekretaris Daerah Martinus D., Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Ibrani, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, serta sejumlah tamu undangan.
Melalui penyelenggaraan Lomba English Story Telling ini, Polres Kepulauan Mentawai menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara ke-80 bukan hanya tentang refleksi pengabdian institusi kepolisian, tetapi juga menjadi momentum strategis membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta siap membawa nama Mentawai dan Indonesia ke panggung dunia melalui kemampuan berbahasa dan kekuatan budaya lokal.(Win).

0 Komentar