Padang (Indomen) ~ Perjalanan pulang rombongan KONI Sumatera Barat dari Kepulauan Mentawai berubah menjadi pengalaman menegangkan setelah Mentawai Fast 01 mengalami insiden saat hendak memasuki Muara Padang, Jumat (14/8/2026) sore.
Kapal yang bertolak dari Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menuju Kota Padang itu sempat kandas setelah menghadapi kondisi cuaca buruk, hujan lebat dan gelombang besar di kawasan pintu masuk Muara Padang. Seluruh penumpang akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat. Laporan lapangan menyebut total 306 orang berada di dalam kapal, terdiri dari 294 penumpang dan 12 ABK.
Di antara penumpang tersebut terdapat 12 orang dari rombongan KONI Sumbar yang sebelumnya berada di Mentawai dalam rangka agenda teknis kesiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026.
Rombongan itu di antaranya Ketua KONI Sumbar Hamdanus, S.Fil.I., M.Si.; Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Dolla Indra; Plt Kepala Sekretariat KONI Sumbar Riko Onki Putra; Kabid Organisasi KONI Sumbar Syahindra Nurben; Ketua Umum PSOI Sumbar Harry S Algamar; Novriadi Fernando dari Pengprov PJSI Sumbar; Heru Afrian dari cabang olahraga cricket; Benny Ibrahim; Delfi Rahman, S.Pd.; Wahyu Kurnia; serta Rhido Sarlinto.
Harry Algamar Ungkap Detik-detik Kapal Menghadapi Gelombang
Ketua Umum PSOI Sumbar, Harry S Algamar, mengungkapkan bahwa sejak awal keberangkatan, kondisi cuaca memang menjadi perhatian. Bahkan, keberangkatan dari Tuapejat diinformasikan dipercepat karena terdapat badai dan sejumlah pelayaran dari wilayah lain tidak beroperasi.
Menurut Harry, perjalanan awal berlangsung relatif aman. Namun, setelah kapal semakin mendekati Kota Padang, kondisi laut berubah dan gelombang semakin besar.
“Sekitar satu setengah jam perjalanan masih aman. Namun setelah mendekati Padang, laut semakin bergoyang, hujan dan gelombang besar,” ungkap Harry.
Ia menilai nakhoda masih mampu mengendalikan kapal selama perjalanan dengan mengambil arah yang sesuai terhadap gelombang. Namun, situasi berubah ketika Mentawai Fast 01 mendekati pintu masuk Muara Padang sekitar pukul 17.40 WIB.
Menurut Harry, gelombang yang datang dari berbagai arah membuat posisi kapal berubah ketika memasuki alur. Kapal kemudian terlihat menyerong hingga akhirnya kandas di kawasan dangkal.
“Begitu hampir masuk pintu muara, kapal seperti menyerong. Didorong gelombang yang datang terus-menerus, akhirnya kapal tersangkut dan terombang-ambing,” jelasnya.
Harry menduga posisi kapal yang tersangkut membuat sistem penggerak dan kemudi tidak dapat bekerja optimal. Kondisi tersebut semakin menyulitkan proses evakuasi karena kapal terus berguncang dihantam gelombang.
Penumpang Diminta Tetap Tenang
Dalam situasi tersebut, Harry mengatakan dirinya bersama penumpang lainnya memilih tetap tenang sambil menunggu proses pertolongan dari tim gabungan.
Upaya evakuasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena kondisi laut masih bergelombang. Kapal-kapal bantuan juga harus berhati-hati ketika mendekati Mentawai Fast 01.
“Untuk menurunkan penumpang saat kapal masih berguncang cukup sulit. Kapal lain juga tidak bisa terlalu dekat karena membahayakan. Kami menunggu sampai kondisi memungkinkan,” ujarnya.
Tim SAR gabungan bersama unsur Polairud, Samapta, Satrol Kodaeral II, BPBD dan pihak terkait kemudian melakukan penanganan. Mentawai Fast 02 juga dikerahkan untuk membantu menarik kapal yang kandas.
Setelah proses penanganan berlangsung selama beberapa jam, Mentawai Fast 01 akhirnya berhasil ditarik menuju dermaga. Seluruh penumpang kemudian turun dalam keadaan selamat.
Data operasi SAR mencatat seluruh 306 orang berhasil dievakuasi tanpa laporan korban meninggal dunia maupun korban luka yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pengalaman Pertama Benny Ibrahim ke Mentawai
Salah satu anggota rombongan KONI Sumbar, Benny Ibrahim, membenarkan kondisi gelombang besar yang membuat kapal mengalami kesulitan saat memasuki Muara Padang.
“Pada saat memasuki Pelabuhan Muara Padang, kondisi gelombang besar sehingga kapten kapal kewalahan mengendalikan kapal,” kata Benny.
Bagi Benny, insiden tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Pasalnya, perjalanan tersebut merupakan kunjungan pertamanya ke Mentawai dalam rangka mengikuti agenda teknis persiapan Porprov XVI Sumbar 2026.
“Ini merupakan pengalaman perdana saya datang ke Mentawai dalam rangka mengikuti Rakernis kesiapan tuan rumah Kabupaten Kepulauan Mentawai Porprov XVI Sumbar 2026,” ujarnya.
Tak Surutkan Semangat Menuju Porprov XVI
Meski sempat berada dalam situasi menegangkan di tengah cuaca buruk, kejadian tersebut tidak menyurutkan semangat rombongan KONI Sumbar untuk melanjutkan komitmen mendukung kesiapan Mentawai sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumbar 2026.
Benny menegaskan, keselamatan seluruh penumpang menjadi hal utama dan rasa syukur menyelimuti rombongan setelah berhasil tiba di dermaga dengan selamat.
“Alhamdulillah semua penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan tidak ada korban. Ini menjadi pengalaman tak terlupakan, namun kejadian ini tidak menyurutkan semangat untuk datang lagi ke Mentawai dalam rangka menyukseskan Porprov XVI Sumbar 2026, khususnya dari cabor Cricket,” tegasnya.
Insiden Mentawai Fast 01 menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam pelayaran, terutama ketika kapal memasuki alur pelabuhan di tengah perubahan cuaca dan kondisi gelombang.
Bagi rombongan KONI Sumbar, perjalanan tersebut akhirnya ditutup dengan rasa syukur. Situasi yang sempat menegangkan tidak mengubah tujuan utama mereka: memastikan persiapan Mentawai sebagai tuan rumah Porprov XVI Sumbar 2026 berjalan sesuai harapan.(Win)

0 Komentar