Panen Madu Galo-Galo di Luak Kapau, Kodaeral II Padang Dorong Potensi Madu Lokal Solsel

 


Solok Selatan, (Indomen) – Potensi usaha madu lokal di Kabupaten Solok Selatan terus mendapat perhatian dan dorongan untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber ekonomi masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Madu Galo-Galo Kehormatan yang digelar di Kelompok Tani Hutan (KTH) Nagaloman, Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, pada Rabu kemaren.

Kegiatan panen tersebut dilakukan oleh Komandan Kodaeral II Padang Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung bersama istri, Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi, serta Pj. Wali Nagari Luak Kapau, perangkat nagari dan masyarakat setempat.

Pj. Wali Nagari Luak Kapau, Aprinal, mengatakan panen madu galo-galo tersebut merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap masyarakat yang mengembangkan potensi hasil hutan secara berkelanjutan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH).

“Panen ini menjadi salah satu bentuk apresiasi dan kehormatan dari Komandan Kodaeral II Padang bersama rombongan terhadap masyarakat yang mengembangkan potensi hasil hutan, bukan melalui aktivitas ilegal seperti penambangan maupun penebangan kayu, tetapi melalui pengelolaan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Aprinal kepada media di lokasi, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, madu galo-galo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan daerah. Selain memiliki nilai ekonomi, usaha tersebut juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Madu galo-galo memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai produk unggulan yang mampu memberikan nilai tambah dan membantu perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran jajaran Kodaeral II Padang bersama pemerintah daerah menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor kehutanan dan pengembangan ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Madu galo-galo merupakan salah satu produk alami yang dikembangkan masyarakat dengan memanfaatkan lebah tanpa sengat. Selain menghasilkan madu yang bernilai ekonomi, budidaya lebah juga memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan karena lebah berperan penting dalam proses penyerbukan berbagai jenis tanaman.

Aprinal menyebutkan, produksi madu galo-galo di KTH Nagaloman saat ini telah mencapai sekitar 45 liter. Ke depan, pihaknya berharap produksi tersebut dapat terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya budidaya lebah tanpa sengat di wilayah tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap potensi madu galo-galo di Nagari Luak Kapau dapat semakin berkembang dan hasil panennya terus bertambah. Saat ini kami telah menghasilkan sekitar 45 liter madu,” ungkapnya.

“Harapannya, pemerintah daerah terus mendorong potensi lokal yang dikelola masyarakat agar tidak hanya menjadi kegiatan sampingan, tetapi bisa berkembang menjadi sumber pendapatan dan produk unggulan daerah,” pungkas Aprinal.

Kegiatan panen madu galo-galo di KTH Nagaloman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak dapat membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong pengelolaan hasil hutan yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Solok Selatan. (Desri Wahida)

0 Komentar