Solok Selatan, (Indomen) – Langkah politik Ronal Ronefsah, A.Md.P., yang akrab dikenal dengan sebutan “Katik Indo Batuah”, resmi dimulai. Ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, untuk periode 2026–2034.
Penyerahan berkas pendaftaran dilakukan kepada Panitia Pemilihan Wali Nagari (P2WN) Luak Kapau, Senin (10/8/2026). Sejumlah dokumen persyaratan pencalonan diserahkan Ronal dan diterima oleh panitia sebagai bagian dari tahapan proses pemilihan Wali Nagari Luak Kapau.
Dalam pencalonannya, Ronal hadir dengan membawa sejumlah gagasan dan program yang akan menjadi landasan apabila nantinya mendapat amanah dari masyarakat untuk memimpin Nagari Luak Kapau.
Ronal mengusung visi dengan tiga pokok utama, yakni “Maju dan Sejahtera”, “Mandiri”, serta “Berlandaskan Adat”.
Konsep “Maju dan Sejahtera” diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang tercukupi kebutuhan dasarnya melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara konsep “Mandiri” menekankan pada penguatan ekonomi dan pemanfaatan potensi lokal. Nagari diharapkan mampu berkembang dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki serta mengurangi ketergantungan terhadap pihak lain.
Sedangkan prinsip “Berlandaskan Adat” menjadi bagian penting dalam gagasan yang ditawarkan Ronal. Ia ingin pembangunan nagari tetap menjunjung tinggi filosofi adat Minangkabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”
Hal tersebut disampaikannya kepada awak media TribunSumbar.com, Senin (10/8/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Ronal menyiapkan sejumlah misi yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Pertama, pemerintahan yang bersih. Ronal menawarkan terciptanya pelayanan publik yang transparan, cepat, tanggap dan akuntabel. Pemerintahan nagari, menurutnya, harus mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses masyarakat sekaligus terbuka dalam pengelolaan pemerintahan.
Kedua, pemberdayaan ekonomi. Ronal berkomitmen mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sektor pertanian serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.
Potensi lokal yang dimiliki Nagari Luak Kapau dinilai perlu dikelola secara maksimal agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Ketiga, menumbuhkembangkan nilai adat dan agama. Dalam bidang ini, Ronal ingin mengoptimalkan peran Kerapatan Adat dan tokoh masyarakat dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta adat di tengah masyarakat.
Pendidikan Al-Qur'an dan penguatan kelembagaan adat nagari juga menjadi perhatian dalam program yang ditawarkannya.
Keempat, pembangunan infrastruktur. Ronal berencana mendorong peningkatan sarana dan prasarana umum secara merata untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Pembangunan infrastruktur juga akan diarahkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, pembangunan nagari tidak hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan, tetapi dapat membuka peluang kerja sama guna mempercepat pembangunan.
Kelima, pemberdayaan pemuda. Ronal menempatkan generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan nagari.
Pemuda diharapkan menjadi ujung tombak sekaligus kader kepemimpinan nagari di masa mendatang. Karena itu, pengembangan minat dan bakat pemuda, termasuk di bidang olahraga, seni dan keterampilan, menjadi bagian dari program yang diusungnya.
Ronal menegaskan, kebersamaan menjadi kunci dalam membangun Nagari Luak Kapau. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah nagari, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, pelaku usaha serta berbagai pihak lainnya.
Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan pemerintahan nagari yang lebih terbuka sekaligus mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Luak Kapau.
Ronal juga berharap proses pemilihan Wali Nagari Luak Kapau dapat berlangsung secara demokratis, aman dan penuh kekeluar( Desri Wahida)

0 Komentar