Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah, Disdik Solsel Perkuat Pemetaan Kebutuhan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan




Solok Selatan, (Indomen) – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan serta memperkuat kompetensi kepala sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dalam Rangka Pemetaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Pesona Padang Aro, Jumat (6/11/2026), tersebut diikuti seluruh kepala sekolah mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Solok Selatan.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, H. Hamudis, S.Pd., MM. Sementara itu, materi kegiatan disampaikan oleh narasumber Rahmat Istiqlal, S.Pd., dan Roby Kurniawan, M.Pd., dari BGTK Provinsi Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Hamudis menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan guru yang diberikan amanah dan kepercayaan untuk memimpin sekaligus mengelola satuan pendidikan formal. Karena itu, seorang kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi sosial, kepribadian, profesional, serta jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

Menurutnya, tugas kepala sekolah bukanlah tanggung jawab yang ringan. Sebab, selain menjalankan fungsi sebagai pendidik, kepala sekolah juga harus mampu mengelola organisasi pendidikan, membina guru dan tenaga kependidikan, serta memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik.

"Penugasan guru sebagai kepala sekolah merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan negara melalui pemerintah daerah. Tentunya, amanah ini harus kita laksanakan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab," ungkap Hamudis.

Ia mengakui, pada dasarnya seorang guru yang diangkat menjadi kepala sekolah tidak serta-merta dipersiapkan sejak awal untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan penting agar kepala sekolah mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Hamudis juga menekankan bahwa pemetaan pendidikan dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi guru secara akurat. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun program pembinaan, supervisi, serta pengembangan profesi yang tepat sasaran.

Kepala sekolah, lanjutnya, harus mampu mengidentifikasi berbagai kesenjangan kompetensi yang dimiliki guru, mulai dari penguasaan kurikulum, asesmen pembelajaran, penerapan pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pendidikan, hingga pengelolaan kelas.

Dengan demikian, peningkatan kompetensi tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi benar-benar yg menghasilkan perubahan dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Pada kesempatan itu, Hamudis juga menyampaikan bahwa selama hampir satu tahun bersama-sama menjalankan tugas di lingkungan pendidikan Solok Selatan, dirinya sangat memahami besarnya beban dan tanggung jawab yang dihadapi para kepala sekolah.

"Sebagai kepala dinas, saya hampir satu tahun bersama Bapak dan Ibu. Saya sangat merasakan bagaimana beratnya beban tugas yang harus dilaksanakan kepala sekolah. Tugas datang silih berganti, bahkan terkadang belum selesai satu pekerjaan, sudah datang pekerjaan berikutnya. Kalau kita tidak pandai mengatur dan mengatasinya, tentu bisa menimbulkan tekanan tersendiri," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap seluruh kepala sekolah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan manajerial, serta membangun pola kepemimpinan yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan dalam membangun sistem pemetaan pendidikan dan tenaga kependidikan yang lebih terarah, sehingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan.(Desri Wahida)

0 Komentar