Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Bertujuan Untuk Meningkatkan Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air


Menteri Kebudayaan Fadli Zon

 

PADANG ( Indomen),-  Tujuan penulisan ini untuk menghasilkan buku yang merupakan 'sejarah resmi' (official history) dengan orientasi dan kepentingan nasional, untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan proyek ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Demikian dijelaskan Menteri Kebudyaan Fadli Zon ketika memeberikan sambutan secara Zoom dalam acr pembukaan Diskusi Publik Draf Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia,   Diskusi Publik yang dihadiri oleh Sejarawan, Dosen sejarah,  guru Sejarah,  peminat sejarah dan unsur pers termasuk 10 anggota PWI  Sumatera Barat di aula Auditorium UNP Padang  Kamis  (31/7).Kegiatan ini juga dhadiri Rektor UNP Prof. Krismadinata dan mantan  Rektor Prof. Ganefri. Rektor . 


 Wartawan dan Penulis asal Sumbar Hasil Chaniago


Fadli menyebut lebih dari 112 sejarawan dari berbagai perguruan tinggi tengah dilibatkan dalam proyek ini. Mereka ditugaskan menulis, merevisi, hingga menyunting isi buku berdasarkan kajian ilmiah. Buku sejarah yang selama ini jadi acuan, seperti Sejarah Nasional Indonesia (1980-an) dan Indonesia dalam Arus Sejarah (2012), akan menjadi pijakan awal dalam penyusunan versi baru.

 Sementara wartawan Senior/ Penulis yang juga anggota PWI Sumbar, Hasril Chaniago pada kesempatan itu juga menyampaikan kritik dan saran  yang intinya meinta agar Tim Penyusun untuk dapat bekerja lebih hati-hati dan tidak  kejar target tanggal 17 Agustus 2025. " Jangan sampai terjadi Rumah sudah ,tokok babunyi.

 Penyusunan Buku Sejarah Indonesia 2025 dikerjakan oleh 112 penulis yang berlatar belakang  arkeolog, sejarawan, ahli epigraf, filolog, ahli geografi, akademisi dan peneliti lintas bidang ilmu humaniora dan ilmu sosial dari 34 peguruan tinggi se-Indonesia dan 8 lembaga/organisasi non perguruan tinggi yang juga mencerminkan keterwakilan wilayah dan gender. 

Kementerian Kebudayaan menunjuk tiga sejarawan untuk menyusun kerangka konsepnya. Mereka adalah Susanto Zuhdi, Singgih Tri Sulistiyono, dan Jajat Burhanudin. Targetnya sepuluh jilid buku rampung dan terbit pada 17 Agustus 2025 yang bertepatan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia( Aidil)
 
 Sementara dari tim penyususn ini,  9 pakar sejarah asal Sumbar diantara nya  Prof Dr. Gusti Asnan,    Prof.Dr. Nopriyasman dan DR. Isra M.Hum. Dari   Universitas Negeri Padang  (UNP)  juga ikut berkontribusi aktif dalam penulisan yaitu Zul Asri, M.Hum sebagai salah satu penulis di jilid 9 dan Prof. Dr. Erniwati S.S., M.Hum,  selaku Editor Jilid 9.( Aidil)



0 Komentar