Solok Selatan, (Indomen) – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan anggaran sebesar Rp9,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata hingga ke wilayah transmigrasi.
Anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat. Dari total anggaran, Rp5,7 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur kawasan transmigrasi, sementara sisanya difokuskan pada program pemberdayaan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ke Masjid At-Taqwa, Jorong Sungai Cupak, Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Sabtu (28/2/2026) malam.
Selain pembangunan infrastruktur, sektor pertanian juga menjadi perhatian utama. Pemerintah akan mengarahkan berbagai program peningkatan ekonomi masyarakat, seperti penyediaan bibit kopi, program peremajaan sawit, serta dukungan lainnya guna memperkuat sektor unggulan masyarakat setempat.
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menegaskan seluruh program untuk mendukung sentra ekonomi kawasan transmigrasi Dusun Tangah akan terus diupayakan, baik melalui anggaran daerah, provinsi, maupun pemerintah pusat.
“Beberapa waktu lalu, saat mendampingi Wakil Gubernur Sumbar, kami telah menyampaikan langsung terkait kondisi infrastruktur jalan Dusun Tangah–Kampung Baru Lubuk Ulang Aling yang masih menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujar Yulian.
Ia berharap peningkatan ruas jalan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka akses alternatif menuju Dharmasraya, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sementara itu, Anggota DPRD Solok Selatan, Marwan Efendi, yang juga tokoh masyarakat Nagari Dusun Tangah, menyebut kawasan transmigrasi seluas 1.250 hektare ini dihuni oleh 50 persen penduduk asal dan 50 persen warga program transmigrasi sejak tahun 2002.
“Daerah transmigrasi ini telah berdiri sekitar 24 tahun lalu. Awalnya dikelola selama empat tahun sebagai kawasan transmigrasi, kemudian terus diperjuangkan hingga kini berkembang menjadi pemukiman dan sentra ekonomi baru,” ungkapnya.
Ia berharap jalan provinsi yang melintasi Dusun Tangah dapat segera ditingkatkan dan dioptimalkan hingga terhubung dengan jalan lintas Sumatera.
“Apabila jalan tembus dari Dusun Tangah ke Sungai Dareh, Pulau Punjung ditingkatkan, maka kawasan ini akan berkembang jauh lebih pesat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga menyerahkan bantuan untuk Masjid At-Taqwa sebesar Rp30 juta, bantuan perlengkapan salat, serta bantuan pendidikan dan sosial dari BAZNAS Solok Selatan.(Desri Wahida)

0 Komentar