Tuapejat (Indomen) ~ Karena merasa kecewa dengan manager PLN ULP Mentawai Mentawai Hadi Permana saat melakukan aksi damai dihalaman Kantor PLN ULP Mentawai, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) bersama 6 ormas lainnya yaitu GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), Pemuda Katholik, ANSOR, Pemuda Muhammadiyah, SAPMA (Satuan Pelajar dan Mahasiswa) bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.(Senin, 02/03/2026).
Kedatangan mereka disambut baik oleh Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Ibrani bersama Anggota DPRD lainnya yang kemudian dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua GAMKI Michael menyampaikan aspirasi dan rasa kecewanya terhadap Manager PLN Mentawai Hadi Permana yang dinilai telah mengacuhkan Aksi Damai yang digelar di halaman Kantor ULP PLN Mentawai km 2 Tuapejat pagi ini.
Dalam kegiatan tersebut para peserta Aksi Damai menyampaikan tuntutan sebagai berikut :
1. Penjelasan resmib penyebab seringnya listrik padam.
2. Jadwal pemadaman yang jelas dan tepat waktu.
3. Tidak ada lagi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan.
4. Mekanisme ganti rugi kerusakan alat elektronik masyarakat.
5. Langkah nyata memperbaiki jaringan dan menstabilkan listrik.
Serta menyampaikan kerugian nyata yang masyarakat alami diantaranya :
* Televisi, kulkas, mesin cuci, charger, komputer rusak akibat listrik padam mendadak.
* Pelaku usaha kecil kehilangan omzet karena freezer mati, es krim mencair, makanan basi.
* Bengkel dan tukang las tidak bisa bekerja berjam-jam bahkan berhari-hari.
* Toko pulsa, wamet, dan usaha fotokopi kehilangan pelanggan.
* Anak sekolah tidak bisa belajar malam hari.
* Rumah sakit, puskesmas, dan pelayanan publik terganggu.
* Masyarakat membeli genset dan stabilizer mahal karena listrik tidak stabil.
* Tagihan listrik tetap harus dibayar penuh meskipun listrik sering padam.
Usai mendengar keluhan tersebut para Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai sepakat mengundang Manager PLN ULP Mentawai Hadi Permana untuk hadir dalam kesempatan tersebut.
Selang sekitar satu jam, Manager PLN ULP Mentawai Hadi Permana hadir di Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai didampingi Ilham yang menangani bagian pembangkit dan Irfan yang melayani Bagian Pelayanan.
Dalam kesempatan tersebut Hadi Permana menjabarkan semua data yang peserta Aksi Damai minta dan menyampaikan kendala - kendala serta penyebab utama terjadinya pemadaman secara beruntun dalam beberapa hari ini.
Hadi Permana mengakui bahwa PLN ULP Mentawai memiliki 11 mesin dan 4 diantaranya mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pohon dan binatang tupai, namun 3 dari 4 mesin yang rusak tersebut sudah diperbaiki dan sudah siap pakai. Hadi juga mengaku bahwa berbagai standar operasi sudah dilakukan secara maximal, namun dirinya mengakui bahwa Mentawai merupakan daerah kepulauan sehingga mendapatkan perlakuan khusus dan tidak bisa disamakan dengan daerah lainnya seperti Kota Padang.
Hadi juga menyebutkan bahwa dalam beberapa hari kedepan akan tiba beberapa mesin 400 kVA, 200 kVA dan 1 mesin dari Sumatera Selatan serta Minggu depan akan datang 3 mesin diesel untuk supporting listrik di Mentawai.
Dalam kesempatan tersebut para Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai mengajak Manager PLN ULP Mentawai Hadi Permana untuk jujur terkait kendala yang dihadapi dalam penyediaan listrik di Mentawai, apabila sekiranya terdapat kendala para anggota DPRD tersebut siap membantu untuk menjemput bola.
Setelah dilakukan komunikasi yang cukup alot, kegiatan ditutup dengan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Mentawai oleh Manajer PLN ULP Mentawai Hadi Permana.(Win)


0 Komentar