Mentawai( Indomen) ~ Upaya membuka akses wilayah terisolasi di Kepulauan Mentawai memasuki babak serius. Rinto Wardana bersama Mochamad Syafei Kasno turun langsung meninjau lokasi pembangunan jembatan di Desa Beriulou, Kecamatan Sipora Selatan, Selasa (07/04/2026).
Kunjungan ini turut didampingi Bambang Budi Hartanto sebagai bentuk langkah konkret memastikan kesiapan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat setempat, namun belum terealisasi selama bertahun-tahun.
Selama ini, warga Desa Beriulou masih bergantung pada rakit sebagai satu-satunya sarana penyeberangan, terutama untuk mengangkut hasil pertanian. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menyimpan risiko tinggi, khususnya saat debit air meningkat dan banjir terjadi.
Danpusterad Mochamad Syafei Kasno menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di lapangan merupakan bentuk keseriusan TNI dalam memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Program Karya Bakti TNI skala besar ini akan kita dorong agar segera terealisasi, sehingga masyarakat mendapatkan akses yang aman dan lancar,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Sementara itu, Bupati Rinto Wardana menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai pembangunan jembatan di Beriulou merupakan solusi strategis dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini sangat vital. Selain memperlancar mobilitas, juga akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan perekonomian warga,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Kolaborasi dengan TNI dinilai sebagai langkah efektif dalam mempercepat realisasi pembangunan yang selama ini terkendala.
Kunjungan kerja Danpusterad di Mentawai berlangsung selama dua hari dengan fokus utama meninjau rencana pelaksanaan program Karya Bakti TNI skala besar di Pulau Sipora.
Program tersebut mencakup pembangunan 10 titik sumur air bersih, perbaikan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi dua gedung sekolah, perbaikan dua rumah ibadah, pembangunan dua unit jembatan—Bailey dan gantung—serta pengecoran jalan sepanjang 300 meter.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah terpencil, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Mentawai.(Win).
.jpg)
0 Komentar