Musrenbang RKPD Mentawai 2026 Dipacu Lebih Progresif: Infrastruktur Digenjot, Sinkronisasi Pusat-Daerah Dipertegas

 



Mentawai(Indomen).  ~ Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di Aula Bapperida, Selasa (31/03/2026). Forum strategis ini menjadi titik krusial dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang lebih fokus, terukur, dan selaras dengan agenda prioritas nasional.

Musrenbang tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor strategis, di antaranya Arry Yusfendi, Elfrindri, Firman Hidayat, Jayadi, Desti Simamora, Setia Budi Ariajanta, serta Yudas Sabaggalet.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Mentawai Rinto Wardana, Wakil Bupati Yakob Saguruk, unsur Forkopimda, jajaran SKPD, para camat se-Kabupaten Kepulauan Mentawai, serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam arahannya, Bupati Rinto Wardana menegaskan bahwa Musrenbang RKPD bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan forum strategis untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan di wilayah terisolir, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Fokus kita adalah percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan di daerah terisolir. Targetnya, masyarakat dapat menikmati konektivitas darat yang lebih baik, tidak hanya bergantung pada transportasi laut, terutama menjelang momen besar seperti Natal,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumatera Barat, Arry Yusfendi, menyoroti pentingnya harmonisasi antara perencanaan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional. Ia menilai, sinkronisasi yang kuat akan mempercepat realisasi program serta meningkatkan efektivitas pembangunan.

Dari perspektif akademisi, Elfrindri dan Yudas Sabaggalet menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan riset. Menurut mereka, dokumen RKPD harus adaptif terhadap dinamika global sekaligus mampu menjawab tantangan lokal secara tepat sasaran.

Ketua METI Sumbar, Firman Hidayat, menggarisbawahi besarnya potensi sektor kelautan dan energi di Mentawai. Ia mendorong optimalisasi sumber daya maritim secara berkelanjutan sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi, menegaskan bahwa konsistensi antara dokumen perencanaan daerah dan prioritas nasional menjadi kunci untuk membuka akses dukungan program dan pendanaan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Deputi LKPP Setia Budi Ariajanta menekankan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien, dan akuntabel guna memastikan setiap program pembangunan berjalan optimal.

Kepala Bapperida Mentawai, Desti Simamora, menjelaskan bahwa penyusunan RKPD 2026 difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan infrastruktur dasar, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

Musrenbang ini juga menjadi ruang partisipatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sehingga arah kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan publik.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.Win).

0 Komentar