Mentawai (Indomen) ~ Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai semakin serius memperkuat posisinya sebagai destinasi surfing kelas dunia melalui penyelenggaraan ajang Surfing Competition Bupati Cup yang sukses digelar dan menjadi langkah awal menuju event internasional World Surf League (WSL) QS6000 serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.
Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menegaskan bahwa pelaksanaan event surfing internasional memberikan dampak besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya komunitas dan atlet surfing dunia yang datang langsung ke Mentawai.
Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan Bupati Cup menjadi momentum penting bagi Mentawai untuk menghadapi agenda surfing level internasional berikutnya, sekaligus mempersiapkan diri menyambut Porprov Sumatera Barat yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.
“Bupati Cup telah berjalan sukses dan setelah ini kita akan menghadapi pertandingan surfing level internasional serta persiapan menuju Porprov 2026,” ujar Rinto dalam acara penutupan
Surfing Competition Bupati Cup road to QS6000 Mentawai Pro 2026 di Kawasan Wisata Homestay Mapadeggat (21/05/2026)
Dalam ajang Porprov Sumbar ke XVI dibulan Oktober mendatang, Mentawai dipercaya menjadi salah satu tuan rumah cabang olahraga surfing yang akan diikuti enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kepercayaan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Mentawai memiliki potensi besar sebagai pusat olahraga selancar nasional.
Tak hanya fokus pada event olahraga, Pemerintah Kabupaten Mentawai juga mulai melakukan pembenahan sektor wisata. Kawasan wisata dan homestay Mapaddegat direncanakan menjadi pusat kegiatan kreatif anak muda sekaligus lokasi favorit berbagai event budaya, hiburan, dan pariwisata.
Bupati Rinto juga mengungkapkan bahwa Mentawai mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp 2 miliar dari pemerintah pusat untuk penataan kawasan wisata agar semakin menarik dan nyaman dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Mentawai Aban Barnabas Sikaraja mengatakan bahwa Surfing Competition Bupati Cup road to QS6000 Mentawai Pro 2026 menjadi ajang seleksi bagi peselancar lokal Mentawai untuk menghadapi kompetisi internasional WSL QS6000 yang dijadwalkan berlangsung di Katiet pada Agustus mendatang.
Ia menyebutkan, Mentawai menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menggelar contest surfing berstandar internasional pada tahun 2026.
“Melalui ajang ini kita ingin menyaring bibit-bibit atlet surfing terbaik Mentawai agar mampu bersaing di level internasional,” katanya.
Aban juga berharap para atlet yang berhasil menjadi juara dapat terus meningkatkan kemampuan dan konsistensi latihan guna menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, Aban juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan event, termasuk Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), sponsor dari pelaku usaha resort, kapal selancar, hingga berbagai instansi yang ikut terlibat yang ikut menyukseskan event tersebut.
Selain menjadi ajang olahraga bergengsi, penyelenggaraan Bupati Cup juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM di kawasan wisata Mapaddegat. Selama kegiatan berlangsung, kawasan tersebut dipadati pengunjung dan wisatawan yang menikmati berbagai hiburan budaya, atraksi seni, hingga penampilan grup band lokal.
Pada kategori utama, juara pertama berhasil diraih Izrel Sababalat dengan hadiah Rp 5 juta. Posisi kedua ditempati Jayden Wilcoxen dengan hadiah Rp 3,5 juta, sementara Rivalto meraih juara ketiga dengan hadiah Rp 2 juta.
Untuk kategori Wonder Women, Aura Zaeflin keluar sebagai juara pertama dengan hadiah Rp 5 juta, disusul Celine Waoma di posisi kedua dan Jeni di posisi ketiga. Sedangkan Riris Aritonang berhasil meraih posisi harapan pertama.
Keberhasilan penyelenggaraan Bupati Cup menjadi sinyal kuat bahwa Mentawai tidak hanya dikenal sebagai surga ombak dunia, tetapi juga mulai menjelma sebagai pusat sport tourism internasional yang mampu menggerakkan ekonomi daerah, melahirkan atlet potensial, dan memperkuat daya tarik pariwisata Sumatera Barat di mata dunia.(Win).

0 Komentar