Pria 61 Tahun Dilaporkan Hilang di Hutan Sipora Selatan, Basarnas Mentawai Kerahkan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Intensif




Mentawai (Indomen) ~ Seorang pria lanjut usia bernama Mangantar Saumatgerat (61) dilaporkan hilang di kawasan hutan yang berada di wilayah perkebunan Desa Mara, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Senin (29/06/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mentawai langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Basarnas Mentawai pada pukul 20.45 WIB dari pihak keluarga korban, yakni Jubirson, setelah berbagai upaya pencarian secara mandiri yang dilakukan keluarga bersama masyarakat setempat tidak membuahkan hasil.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban diketahui berangkat menuju ladang yang berada di kawasan hutan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, korban tidak kunjung kembali ke rumah sebagaimana biasanya.

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga mulai khawatir. Berbagai upaya pencarian segera dilakukan oleh keluarga bersama warga di sekitar lokasi dengan menyisir jalur menuju ladang dan kawasan hutan. Meski pencarian berlangsung hingga malam hari, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.

Karena pencarian awal tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Mentawai agar dilakukan operasi pencarian dan pertolongan secara terpadu.

Lokasi perkiraan tempat kejadian berada pada koordinat 2°13'33" LS dan 99°43'52" BT, atau sekitar 41 kilometer dengan radial 140 derajat dari Kantor SAR Mentawai. Waktu tempuh menuju lokasi diperkirakan sekitar 1 jam 30 menit.

Setelah menerima laporan, pada pukul 21.00 WIB, Tim Rescue Kantor SAR Mentawai yang terdiri dari enam personel langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi SAR hari pertama (H1).

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim membawa berbagai peralatan pendukung guna memaksimalkan proses pencarian, di antaranya kendaraan Rescue D-Max, Landing Craft Rubber (LCR), perangkat komunikasi, drone thermal untuk membantu pendeteksian dari udara, peralatan navigasi darat, perlengkapan evakuasi, peralatan medis, serta telepon satelit guna mendukung komunikasi di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, terdiri atas Tim Rescue Kantor SAR Mentawai, BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Polsek Sipora, Koramil Sipora, serta masyarakat setempat yang turut membantu menyisir kawasan hutan dan jalur-jalur yang diduga dilalui korban.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan akan terus melakukan penyisiran dan memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan kondisi medan, informasi dari keluarga, serta kemungkinan jalur yang ditempuh korban menuju lokasi perkebunan.

Basarnas Mentawai mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melaporkannya kepada petugas di lapangan guna mempercepat proses pencarian. Sinergi antara tim SAR, aparat pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat memperbesar peluang menemukan korban secepat mungkin dalam keadaan selamat.

Perkembangan lebih lanjut mengenai operasi pencarian akan disampaikan sesuai hasil pelaksanaan di lapangan.(Win)

0 Komentar