BATU BASA (indomen)--- Sebanyak 65 orang kader posyandu Nagari III Koto Aurmalintang mengikuti Rembuk StuntingRembuk Stunting nagari III Koto Aurmalintang , kecamatan IV Koto Aurmalintang, kabupaten Padang Pariaman, provinsi Sumatera Barat di Aula Nagari di bukit Bulek Batu Basa Senin (28/7/2026).
Acara Rembuk Stunting di ikuti kadaer-kader Posyandu, petugas dari Puskesmas Batu Basa, Bidan Desa dan tokoh masyarakat tersebut dibuka oleh Wali Nagari III Koto Aurmalintang Mitra Susanto S.Sos. Wali Nagari III Koto Aurmalintang . Mitra Susanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rembuk Stunting adalah untuk membahas data untuk menyepakati kegiatan kegiatan pencegahan stunting guna dimasukan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (TKP) Nagari III Koto Aurmalintang (Nagari Batu Basa) tahun 2027.
Rembuk stunting ini sangat penting, karena itu ibu-ibu kader adalah orang yang mengetahui benar kondisi dan kehidupan anak anak nagari kita dilingkungan posyandu pos yandu masing masing ibu kader dan juga bapak tokoh masyarakat. Selain itu disebutkan Mitra Susanto bahwa dalam menanggulangi Stanting, perlu kerja sama dari ibuk-ibuk kader dengan Bidan desa , karang Taruna dan instansi terkait.
Pada acara tanya jawab mayoritas kader dari sepuluh pos Yandu nagari III Koto Aurmalintang mayoritas menyampaikan banyak sarana pada posyandu-Pos yandu, rusak terutama timbangan. Untuk masalah alat yang rusak dan juga sarana nanti ibuk-ibuk sampaikan saja kepada wali Nagari yang baru terpilih yakni Pedri Kasman, SP. Beliau lebih luas cakupannya.
Sementara Pendamping Desa Sudiyanto dalam forum rembuk Stunnting tersebut menyebutkan bahwa apa- apa saja keluhan dan permasalahan dalam posyandu dalam Nagari III Koto Aurmalintang, seperti yang ibuk -ibuk sampaikan tadi, insyaallah nanti akan saya teruskan ketingkat kabupaten, jadi dalam.pertemuan ini ada keluhan dari masing masing posyandu seperti di pos yandu tidak ada air Pamsimas atau air PDAM dan tidak ada WC, masalah timbangan di posyandu yang rusak tersebut.
Juga dalam Rembuk Stunting/musyawarah tersebut kader -kader posyandu menyampaikan masalah PMT, masalah dana transportasi bagi kader Yandu yang jauh seperti kader Pos Yandu Lubuk gadang korong Kampung Baringin dan posyandu Ujung Pematang korong Kampung Pinang agar dapat dibantu oleh Nagari. Sementara Bidan Desa Sri... Mengatakan bahwa PMT dananya terlalu kecil, diharapkan pihak Nagari dapat mencarikan jalan keluarnya. Ia juga berharap agar ibuk ibuk, kader agar dapat bekerjasama dalam posyandu guna mencegah anak anak generasi kita yang akan datang terhindar dari Stunting.
Juga kita ketahui memang dana kita dinagari sangat minim, namun kami berharap agar ibu ibu kader dapat melaksanakan penimbangan sesuai dengan tahapan. Juga segera laporkan jika ada warga kita yang diketahui menunjukan gejala stunting sehingga dapat ditanggulangi.
Dalam Nagari III Koto Aurmalintang, ada 10 posyandu Saat ini pos yandu banyak timbangan yang rusak. Insyaallah kami Pendamping nagari akan menyampaikan semua keluhan dan harapan ibuk ibuk ke tingkat kabupaten, ucap Sudianto mengakhiri.
Terlihat hadir pada rembuk Stunting : wali Nagari Mitra Susanto, di dampingi sekretaris nagari Jefri beserta staf dan juga Pendamping nagari, dan wali korong kampung Jambu Rido, wali korong Kampuang Surau, dan wali korong Kampuang pinang, dan tokoh masyarakat Nagari Batu Basa. Diakhir acara Rembuk dilaksanakan foto bersama peserta rembuk Stunting.(Syaf).

0 Komentar