IMentawa (ndomen) ~ Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, berlangsung meriah. Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat yakni lomba Solo Song yang digelar Panitia HUT RI Kecamatan Sipora Selatan Tahun 2026.
Lomba tersebut berlangsung selama dua hari, 25–26 Agustus 2026, bertempat di Gedung Nasional Sioban. Kegiatan terbuka bagi masyarakat umum dengan prioritas peserta yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sipora Selatan.
Selain menjadi hiburan dalam rangka memeriahkan HUT RI, lomba Solo Song juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat, minat dan hobi di bidang seni tarik suara. Para peserta tampil menunjukkan kemampuan vokal terbaik mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya perlombaan.
Dalam perlombaan, setiap peserta diwajibkan membawakan satu lagu daerah sebagai lagu wajib, sementara untuk lagu pilihan peserta diberikan kebebasan memilih lagu dari berbagai genre sesuai karakter dan kemampuan masing-masing.
Musik pengiring disiapkan dan dimainkan oleh operator yang telah ditugaskan panitia sehingga seluruh penampilan peserta dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Penilaian dilakukan oleh tiga orang dewan juri, yakni Choneron Wincy, Kepala Sekolah/Guru SMK Negeri 1 Kepulauan Mentawai, Putri Lenggogeni dari Pemerintah Kecamatan Sipora Selatan, serta Caecilia, Guru SMA Negeri 1 Sipora.
Salah seorang juri, Choneron Wincy, memberikan apresiasi terhadap penampilan seluruh peserta yang dinilainya memiliki kemampuan bernyanyi yang cukup baik.
Menurutnya, sebanyak 14 peserta yang mengikuti perlombaan mampu menunjukkan penampilan yang bagus, bahkan berada di atas rata-rata. Namun, sebagai sebuah kompetisi, tetap harus ada peserta yang keluar sebagai pemenang berdasarkan hasil penilaian dewan juri.
“Para peserta memiliki bakat bernyanyi yang luar biasa. Peserta berjumlah 14 orang dengan penampilan bagus atau di atas rata-rata. Namun dalam kompetisi pasti ada pemenang,” ujar Choneron Wincy.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan HUT RI semata, tetapi dapat menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi masyarakat, khususnya generasi muda dalam menyalurkan bakat dan hobi di bidang seni tarik suara.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mengembangkan potensi masyarakat dan generasi muda dalam menyalurkan bakat dan hobi, terutama dalam bernyanyi. Acara ini dievaluasi dan ke depannya ditingkatkan lagi,” katanya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat cukup tinggi selama perlombaan berlangsung. Warga datang menyaksikan penampilan peserta sekaligus memberikan dukungan kepada para penyanyi yang tampil membawa nama dan kebanggaan masing-masing.
Salah seorang warga, Robby, menilai kegiatan tersebut sangat positif karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan hobi, khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan di bidang tarik suara.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menyalurkan bakat dan hobi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki bakat seni tarik suara,” ujar Robby.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan dan melalui proses penilaian dewan juri, panitia menetapkan tiga peserta sebagai pemenang. Lisa Februari berhasil meraih Juara I, kemudian Ochi Samloisa sebagai Juara II, dan Aurora Richard Dwiati sebagai Juara III.
Kegiatan lomba Solo Song HUT RI ke-81 di Kecamatan Sipora Selatan secara keseluruhan berlangsung lancar dan meriah. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi gambaran bahwa kegiatan seni dan kreativitas masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Panitia HUT RI Kecamatan Sipora Selatan berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan, mengembangkan dan mendorong lahirnya talenta-talenta seni dari masyarakat dan generasi muda di Sipora Selatan.
Dengan demikian, panggung Solo Song di Gedung Nasional Sioban bukan sekadar arena kompetisi, melainkan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, menunjukkan potensi dan merawat semangat kebersamaan melalui seni.( win )

0 Komentar