Solok Selatan, (Indomen) - Gerakan Pramuka tidak lagi cukup hanya menjadi wadah pembentukan karakter dan kedisiplinan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim serta tantangan ketahanan pangan, Pramuka dituntut mampu melahirkan generasi yang kreatif, terampil, mandiri dan solutif bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas dalam sambutannya pada Malam Resepsi HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Padang Aro, Senin (17/8/2026).
Menurut Khairunas, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kemampuan generasi muda. Namun, kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan karakter yang kuat agar digunakan untuk hal-hal yang positif dan memberikan manfaat.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” ujarnya.
Ia menyebut, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan AI, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, hingga persoalan sosial seperti narkoba, perundungan, hoaks dan perjudian daring.
Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pramuka tidak cukup hanya menerapkan konsep learning by doing atau belajar sambil melakukan, tetapi harus bergerak menuju learning, creating and solving — belajar, mencipta dan menyelesaikan persoalan nyata.
Khairunas juga menilai tema Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Menurutnya, swasembada pangan bukan semata-mata persoalan pertanian, tetapi juga membutuhkan keterampilan, penguasaan teknologi, kewirausahaan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Ia mendorong anggota Pramuka di Solok Selatan untuk mengenal sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal, seperti pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan. Potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi sehingga melahirkan inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
“Pramuka harus mampu menjadi generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga kreatif, mandiri dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.(Desri Wahida)

0 Komentar