MENTAWAI (INDOMEN) – Kemudahan investasi, penguatan ekonomi pemuda, penataan kawasan wisata, dan pelestarian budaya menjadi fokus strategi pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bupati Rinto Wardana Samaloisa menegaskan, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, sekaligus mendorong generasi muda mengambil peluang ekonomi dari potensi daerah.
Hal itu disampaikan Rinto dalam Diskusi Ilmiah Pemuda dan Pentas Seni Budaya yang digelar KNPI, Sabtu (07/11/2026), di Homestay Mapadegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Diskusi mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Mewujudkan Mentawai sebagai Ibu Kota Surfing Dunia”.
Di hadapan peserta, Bupati memaparkan sejumlah agenda pembangunan, mulai dari penyiapan pusat kreativitas pemuda, pembenahan pelayanan investasi, pengembangan kawasan premium Katiet, hingga penguatan identitas pariwisata Mentawai melalui konsep Surf and Soul.
Youth Center Disiapkan, Rp2 Miliar Dialokasikan
Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah adalah menghadirkan Youth Center sebagai pusat aktivitas, pelatihan, kreativitas, dan kewirausahaan generasi muda.
Bupati mengungkapkan, dana penghargaan sebesar Rp2 miliar atas capaian pengurangan angka pengangguran dialokasikan untuk memperbaiki bangunan dan menata kawasan yang akan dijadikan pusat kegiatan pemuda.
Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan KNPI dan seluruh organisasi kepemudaan (OKP), termasuk untuk pelatihan keterampilan, akses internet, dan pengembangan usaha.
Ia juga menantang pemuda agar tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal. Peluang bisnis perjalanan wisata, penyediaan paket tur, transportasi, hingga kerja sama dengan hotel dan resort dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru.
Menurutnya, potensi pariwisata Mentawai harus mampu menciptakan peluang ekonomi yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Investor Dipermudah, Pungli Tidak Ditoleransi
Di sektor investasi, Rinto meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memangkas hambatan birokrasi dan memberikan pelayanan perizinan secara cepat serta transparan.
Ia menargetkan pengurusan perizinan dapat diselesaikan dalam satu hari hingga maksimal satu minggu, sesuai jenis dan ketentuan yang berlaku.
Bupati juga memberikan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar yang dapat merusak iklim investasi di Mentawai.
“Para pelaku usaha yang mau investasi ke Mentawai, silakan datang. Saya akan fasilitasi. Saya akan berikan karpet merah. Saya tidak akan persulit. Tapi aturan tetap dijalankan,” tegasnya.
Meski memberikan kemudahan kepada investor, Rinto mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan lingkungan. Penggunaan material pasir, keberadaan mangrove, dan perlindungan kawasan pesisir harus menjadi perhatian serius.
Ia juga meminta pengawasan dilakukan secara adil terhadap seluruh pelaku usaha tanpa tebang pilih.
Katiet Disiapkan sebagai Kawasan Premium
Penataan kawasan strategis juga menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama Katiet yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.
Bupati menyinggung penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP), pengaturan zonasi, dan koordinasi penataan ruang agar perkembangan kawasan berjalan lebih terarah.
Namun, penataan kawasan premium tersebut harus tetap memperhatikan keberadaan masyarakat lokal agar mereka tidak tersisih dari perkembangan investasi dan pariwisata.
Surf and Soul Perkuat Identitas Mentawai
Selain pengembangan ekonomi, pemerintah daerah juga mendorong penguatan identitas budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata.
Melalui konsep Surf and Soul, Mentawai tidak hanya menjual keunggulan ombak untuk surfing, tetapi juga kekayaan adat istiadat, tradisi, hutan, dan kehidupan masyarakat lokal.
Rinto menyebut Siberut sebagai gerbang budaya Mentawai, sementara Sipora diarahkan sebagai pusat pemerintahan dan pengembangan kawasan perkotaan.
Penataan simbol budaya, pakaian tari, adat istiadat, hingga jalur wisata budaya juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas Mentawai di tengah perkembangan pariwisata.
2027 Jadi Momentum Eksekusi Pembangunan
Menutup pemaparannya, Bupati menegaskan bahwa perubahan Mentawai membutuhkan kerja bersama pemerintah, DPRD, KNPI, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut 2027 sebagai periode penting untuk mematangkan sekaligus mengeksekusi berbagai misi pembangunan daerah.
Menurutnya, perencanaan yang disusun saat ini harus menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar menjadi dokumen program pemerintah.
“Mudah-mudahan lima tahun, sepuluh tahun ke depan wajah Mentawai sudah berubah ke arah yang lebih baik,” tutupnya.(*)


0 Komentar