Dari Kapalo Banda ke Masjid Raya Baloen, Mambantai Kabau dan Makan Bersama Hidupkan Kembali Kebersamaan Antar Pemangku Adat

 



Solok Selatan (Indomen),- Tradisi adat Minangkabau yang sarat akan nilai kebersamaan dan gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Nagari Pakan Raba’a. Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pakan Raba’a menggelar prosesi mambantai kabau yang dirangkai dengan makan bersama, berlangsung khidmat di Masjid Raya Baloen, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Minggu (11/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri para pemangku adat, ninik mamak, alim ulama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan kecamatan dan nagari. Sejak awal kegiatan, suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya ikatan adat yang masih terjaga di Alam Surambi Sungai Pagu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan mambantai kabau di Kapalo Banda, yang merupakan bagian penting dari pelaksanaan adat. Prosesi dilakukan sesuai ketentuan adat dan syariat, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan daging yang disajikan dalam acara makan bersama. Tradisi makan bersama ini menjadi simbol persamaan derajat, persatuan, dan keadilan dalam adat Minangkabau.

Ketua KAN Pakan Raba’a, Mulzamra Dt Rajo Nagaro, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata pelaksanaan adat yang bertujuan mempererat hubungan antarkaum serta membangkitkan kembali nilai-nilai adat di tengah masyarakat.

“Melalui mambantai kabau dan makan bersama ini, kita mempererat silaturahmi antarkaum serta menghidupkan kembali nilai-nilai adat yang menjadi jati diri masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu, khususnya di lingkungan KAN Pakan Raba’a,” ujarnya.

"Sementara itu, Tuanku Mudo Veandra Baloen dalam arahannya menegaskan bahwa mambantai kabau dan makan bersama merupakan bagian dari adat Alam Surambi Sungai Pagu yang mengajarkan kebersamaan, musyawarah, serta keadilan.
Pentingnya menjaga adat agar tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi muda, tanpa menambah dan mengurangi adat istiadat yang telah teradatkan di Alam Surambi Sungai Pagu,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Adila Rekriyaldi, dalam sambutannya, mengapresiasi pelaksanaan tradisi adat mambantai kabau dan makan bersama yang digagas oleh KAN Pakan Raba’a. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara adat, agama, dan pemerintahan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“Pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan adat seperti ini. Tradisi mambantai kabau dan makan bersama bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, serta nilai gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Adila Rekriyaldi.

Keberadaan ninik mamak dan lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan membina generasi muda agar tetap berpegang pada nilai adat dan agama.
“Adat dan pemerintahan harus berjalan seiring. 

Dengan kebersamaan seperti ini, kita optimistis kehidupan masyarakat di KPGD akan semakin harmonis dan berkarakter,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, KAN Pakan Raba’a berharap tradisi adat Minangkabau terus lestari dan menjadi perekat sosial yang mampu menjaga keharmonisan serta memperkuat identitas budaya masyarakat nagari di tengah tantangan zaman. (Desri Wahida)

0 Komentar