Solok Selatan, (Indomen) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai Kabupaten Solok Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun di saat yang sama dihadapkan pada sejumlah tantangan besar ke depan, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan penanganan risiko bencana akibat kondisi geografis wilayah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Dr. Ir. Reti Wafda, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Solok Selatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Solok Selatan, di Gedung DPRD Solok Selatan, Rabu (7/1/2025).
Reti Wafda menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan selama ini telah menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak. Namun, tantangan ke depan menuntut kebijakan pembangunan yang lebih bijak dan berwawasan lingkungan agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai tanpa mengorbankan kelestarian alam.
“Pembangunan di Kabupaten Solok Selatan memiliki tantangan geografis berupa potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat serta aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, pembangunan ke depan harus berorientasi pada lingkungan, disertai kesiapan mitigasi bencana dan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujar Reti.
Menurutnya, sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Solok Selatan dituntut untuk mengelolanya secara tertib, arif, dan bijaksana.
Pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, serta berpihak pada pelestarian lingkungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Selain itu, sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, Solok Selatan perlu terus mendorong inovasi guna menciptakan nilai tambah produk lokal, memperkuat ekonomi mikro, serta membuka ruang partisipasi bagi generasi muda.
Pemberian keterampilan kewirausahaan dan pengembangan potensi lokal dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Reti juga menyinggung semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah daerah.
Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa membebani masyarakat, di antaranya melalui optimalisasi investasi dan pemanfaatan aset daerah.
“Memasuki usia ke-22 tahun, Kabupaten Solok Selatan diharapkan semakin mantap dalam menentukan arah pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, serta tetap memperkuat nilai-nilai adat dan budaya,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Reti menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Desri Wahida)

0 Komentar