Limapuluh Kota,( Indomen). - Kadis Pariwisata 50 Kota, Elsiwa Fajri mengatakan, Pemkab Lumapuluh Kota melalui Disparpora Lima Puluh Kota menyatakan keprihatinan terhadap terjadinya musibah tenggelamnya dua bocah pelajar SD di Obyek wisata pemandian Lembah Mangkisi Park di Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kab. Lumapuluh Kita, Minggu, (8/2).
Menurut Elsiwa Fajri, kejadian tersebut tentu harus menjadi pelajaran penting bagi semua Pihak, pertama oleh pengelola objek wisata, oleh Pemerintah Daerah termasuk Wali Nagari maupun oleh pengunjung objek wisata dendam mengikuti SOP yang ada di obyek wisata tersebut, seperti pemanfaatan kolam renang yang ada peruntukannya untuk anak anak dan orang dewasa, katanya ketika diminta tanggapannya tentang kejadian tersebut, Selasa,
(10/2).
Lebih lanjut Elsiwa Fajri menjelaskan bahwa, Lembah Mangkisi sudah mengantongi ijin operasi, kemudian juga sudah ada Peraturan Nagari tentang pengelolaan dan retribusi di Lokasi tersebut.
'Musibah meninggalnya dua pengunjung di Lembah Mangkisi ini, menjadi pelajaran bagi kami di Disparpora dan bagi seluruh pengelola tempat wisata yang ada di Limapuluh Kota",ungkapnya.
Lebih lanjut Elsiwa Fajri mengungkapkan, obyek Wisata Lembah Mangkisi dikelola oleh Pemerintah Nagari Balai Panjang melalui BUMNag, pungkasnya.
Seperti di berita sebelumnya, Diduga akibat lepas kontrol dari orang tuanya dan pengelola, Dua bocah dari Tanah Datar dan Padang Panjang meninggal di kolam besar obyek wisata lembah mangkisi Park
Kedua bicah tersebut datang ke obyek wisata itu, bersama orang tua mereka yang mengadakan acara Family Gathering Club Civid Wonder Minang Kabau, diobyek wisata pemandian lembah mangkisi park itu, mulai Sabtu (7/02) dengan berkemah diobyek wisata tetsebut.
Pada minggu (8/2) sekitar pukul 10 wib, terjadilah malapetaka itu, dua bocak yang belum mahir berenang masuk ke kolam besar yang peruntukkan bagi orang dewasa, akibatnya kedua bocah
Masing masing bernama Rafa Atthalla (8), pelajar asal Kecamatan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar anak dari Lesly dosen STES , dan Bilqis Zakira (11), pelajar yang berdomisili di Kecamatan Padang Panjang Timur, meninggal dalam kolam besar tersebut.
Wali Nagari Balai Panjang, Idris, membenarkan kejadian tersebut. Setelah kedua jasad bocah malang itu dibawa ke Rumah Sakit, dan Wali nagari ikut langsung mengantarkan kedua jenazah itu di alamatnya dan menyampaikan ikut belangsung kawa atas musibah tersebut, karena itulah ketentuan Allah yang tidak bisa kita hindari, ujar Idris. ( yus)

0 Komentar