Solok Selatan, (Indomen) – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan kembali memperjuangkan pembangunan ruas jalan provinsi Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari–Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya. Ruas jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat itu kembali menjadi fokus utama dalam audiensi percepatan pembangunan infrastruktur kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tahun 2026/2027.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (9/6/2026),
Bupati Solok Selatan H. Khairunas secara langsung menagih komitmen bantuan pembangunan jalan senilai Rp250 miliar sekaligus meminta Pemprov Sumbar mengusulkan perbaikan ruas Abai–Sungai Dareh melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Menurut Khairunas, kondisi jalan sepanjang 49,34 kilometer tersebut saat ini sudah sangat memprihatinkan dan menjadi keluhan masyarakat di lima nagari yang sangat bergantung pada akses tersebut untuk mobilitas dan aktivitas ekonomi.
"Ini adalah jalan penghubung antara Solok Selatan dengan Dharmasraya, dan ada lima nagari yang sangat bergantung mobilitasnya pada jalan itu. Ini adalah jalan provinsi yang berada di Solok Selatan, tentu tidak bisa bupati yang mengusulkannya ke pusat," ujar
Khairunas.
Ia menegaskan, perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah lama dijanjikan. Namun karena keterbatasan anggaran daerah dan provinsi, skema Inpres Jalan Daerah dinilai menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk mempercepat realisasi pembangunan.
"Perbaikan ini pun sudah dijanjikan. Namun karena kekurangan anggaran, maka konsep IJD adalah jalan keluarnya," tambahnya.
Menanggapi usulan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti pembangunan ruas jalan Abai–Sungai Dareh yang memang menjadi kewenangan provinsi.
Arry bahkan langsung meminta perangkat daerah terkait untuk menelaah dan menindaklanjuti usulan tertulis yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
Sementara itu, Kepala Baperrida Solok Selatan, Diary Haes, menjelaskan bahwa dalam audiensi tersebut terdapat sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang diajukan kepada pemerintah provinsi, mulai dari jalan, jembatan, irigasi, sekolah hingga penerangan jalan umum.
Namun demikian, ruas jalan Abai–Sungai Dareh menjadi prioritas utama mengingat kondisinya yang paling memerlukan penanganan segera.
"Terdapat beberapa pembangunan infrastruktur yang disampaikan rencana pembangunannya. Tapi yang paling ditekankan adalah ruas jalan Abai–Sungai Dareh yang kondisinya memang sangat tidak mantap sepanjang 49,34 kilometer," kata Diary.
Selain ruas tersebut, Pemkab Solok Selatan juga mengusulkan peningkatan ruas jalan Lubuk Malako–Abai sepanjang 17 kilometer yang masih memiliki 2,8 kilometer kondisi tidak mantap, serta ruas Padang Aro–Lubuk Malako sepanjang 20 kilometer dengan kondisi tidak mantap sekitar 1,7 kilometer.
Persoalan yang dihadapi bukan hanya kerusakan jalan, tetapi juga lebar badan jalan yang rata-rata hanya empat meter sehingga belum mampu menunjang kelancaran transportasi dan distribusi barang secara optimal.
Untuk ruas Abai–Sungai Dareh sendiri, pemerintah daerah kembali menagih realisasi bantuan pembangunan senilai Rp250 miliar yang sebelumnya telah dijanjikan, sekaligus mengusulkan ketiga ruas jalan tersebut masuk dalam program Inpres Jalan Daerah.
Tak hanya sektor jalan, Pemkab Solok Selatan juga menyampaikan kondisi lima jaringan irigasi kewenangan provinsi yang saat ini memerlukan perhatian serius.
Data menunjukkan hanya 30,53 persen jaringan irigasi yang masih berfungsi normal, sementara 48,36 persen mengalami kerusakan sedang dan 20,11 persen mengalami kerusakan berat yang membutuhkan rehabilitasi menyeluruh.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah juga meminta dukungan pembiayaan bagi SMA, SMK, dan SLB. Meski pada tahun 2026 telah diterapkan skema sharing pembiayaan sekolah gratis untuk SMA dan SMK, kebutuhan anggaran pendidikan khususnya bagi SLB masih belum mencukupi.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sendiri telah berulang kali menyampaikan usulan pembangunan jalan Abai–Sungai Dareh kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, baik melalui forum Musrenbang maupun proposal bantuan keuangan khusus.
Audiensi tersebut turut didampingi Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Iqra Chissa, sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbar, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
(Desri Wahida)

0 Komentar