Terkendala Transportasi Laut, 14 Atlet Tapak Suci Mentawai Ukir 8 Medali Nasional




Mentawai (Indomen) ~  Keterbatasan transportasi laut tak menyurutkan langkah atlet Pimpinan Daerah 367 Tapak Suci Mentawai untuk berprestasi. Turun di Open Championship Pencak Silat Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol 2026 di GOR FIK UNP, Padang, 6–9 September 2026, sebanyak 14 atlet Mentawai sukses membawa pulang 8 medali, terdiri dari 4 perak dan 4 perunggu.

Dua kontingen yang diberangkatkan terdiri dari lima atlet Tapak Suci SMAN 2 Sipora Utara dan sembilan atlet Tapak Suci Sipora Utara. Mereka dibina Junizcky Fizwa, S.E., Kader Utama Tapak Suci, selaku Pelatih Kepala, bersama Hendra Daliyon, S.Pd., Guru Pembina Ekskul Silat SMAN 2 Sipora Utara.

Medali perak diraih Hannifa Jalvia, Jahra Wulandari, Alif Arzaq Adzimulhaq, dan Hadzie Soseno Ahmad. Sementara medali perunggu dipersembahkan Raramerici Sababalat, Ryana Nur Azizah, Amelya Putri, dan Rohim Zamarullah Siritoited.

Pelatih Kepala Tapak Suci Mentawai, Junizcky Fizwa saat dikonfirmasi awak Indomen di kediamannya (Selasa, 15/09/2026) menyebutkan bahwa capaian tersebut bukan sekadar soal jumlah medali, tetapi menjadi momentum mengukur kemampuan sekaligus membangun mental dan pengalaman bertanding atlet.

“Keikutsertaan dalam kejuaraan nasional merupakan bagian dari proses mengukur kemampuan, membangun mental bertanding, menambah pengalaman kompetisi, sekaligus memetakan potensi atlet-atlet muda Mentawai,” ujar Junizcky.

Menurutnya, faktor geografis masih menjadi tantangan serius. Kontingen berangkat dari Tuapejat pada 1 September dan dijadwalkan kembali 14 September 2026. Keterbatasan jadwal kapal membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan berdampak terhadap biaya transportasi maupun akomodasi.

“Namun, berbagai keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti melakukan pembinaan. Justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pengalaman bertanding atlet Mentawai,” tegasnya.

Junizcky berharap pembinaan pencak silat di Mentawai mendapat dukungan lebih luas, termasuk dari sekolah karena mayoritas atlet merupakan pelajar. Menurutnya, pendidikan formal dan pembinaan olahraga harus berjalan beriringan.

Ia juga berharap semakin banyak atlet Mentawai mendapat kesempatan bertanding di tingkat regional, nasional hingga internasional.

“Prestasi 8 medali kali ini kami jadikan pijakan untuk berbuat lebih baik. Target ke depan bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi meningkatkan kualitas pembinaan sehingga semakin banyak atlet Mentawai mampu meraih medali emas dan membawa nama baik Kepulauan Mentawai,” pungkasnya.

Atas capaian tersebut, Junizcky menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Daerah 367 Tapak Suci Mentawai, SMAN 2 Sipora Utara, para pelatih dan pembina, sekolah, orang tua atlet, stakeholder olahraga serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Delapan medali dari Padang menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi atlet Mentawai untuk bersaing. Kini, tantangannya adalah mengubah prestasi tersebut menjadi pijakan menuju podium emas.( win)

0 Komentar