Bupati JKA Ajak Orang Tua Jaga Keutuhan Keluarga, Lindungi Anak demi Masa Depan Bangsa

 



Padang Pariaman ( Indomen ).– Keutuhan keluarga menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pesan itu disampaikan Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. (JKA) saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada apel gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di halaman Kantor Bupati, IKK Parit Malintang, Senin (6/7/2026).

Di hadapan jajaran aparatur sipil negara, Bupati mengawali pidato dengan sebuah pertanyaan yang menggugah kesadaran setiap orang tua.

"Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?"

Menurutnya, pertanyaan tersebut bukan sekadar refleksi, melainkan ajakan bagi seluruh keluarga Indonesia untuk kembali memperkuat perannya sebagai sekolah pertama bagi anak sekaligus benteng utama menghadapi derasnya perubahan zaman.

Bupati menyampaikan, dunia saat ini memasuki era VUCA, yang ditandai dengan perubahan sangat cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan tantangan yang terus berkembang. Di tengah derasnya arus teknologi digital, anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas. Tanpa pendampingan orang tua, kondisi tersebut berpotensi menggerus nilai-nilai moral, karakter, hingga masa depan generasi muda.

"Jika keluarga rapuh, maka anak-anak akan kehilangan tempat paling aman untuk bertumbuh. Karena itu, memperkuat keluarga bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan bangsa," ujar Bupati saat membacakan pidato Menteri.

Ia menegaskan, Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang menjadi peluang emas menuju Indonesia Emas 2045. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila lahir generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter. Sebaliknya, bonus demografi dapat berubah menjadi beban apabila kualitas sumber daya manusia gagal dipersiapkan.

Untuk itu, pembangunan manusia harus dimulai dari rumah melalui penguatan tiga fondasi utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Pencegahan stunting, pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, pembentukan karakter sejak usia dini, hingga terciptanya lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang menjadi investasi terbesar bagi masa depan bangsa.

Dalam pidato tersebut, perhatian khusus juga diberikan kepada peran ayah dan ibu dalam pengasuhan. Kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, dan keterlibatan aktif dalam tumbuh kembang anak.

Bupati mengajak seluruh orang tua untuk tidak membiarkan gawai mengambil alih peran keluarga.

"Jangan biarkan anak-anak kita lebih mengenal layar daripada pelukan orang tuanya. Luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka, makan bersama, berdialog, serta membangun kedekatan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Rumah harus menjadi tempat yang paling nyaman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita," tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas merupakan alarm bagi seluruh keluarga untuk kembali memperkuat fungsi pengasuhan.

Menurutnya, menjaga anak bukan hanya tugas sekolah maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah. Ketika keluarga utuh, harmonis, dan saling menguatkan, anak akan tumbuh dengan rasa aman, memiliki pegangan hidup, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

"Keutuhan keluarga adalah benteng pertama dan terakhir dalam melindungi anak-anak kita. Tidak ada pembangunan yang lebih penting daripada menjaga keluarga tetap harmonis, karena dari keluargalah lahir pemimpin, ilmuwan, tenaga profesional, dan generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia," tegasnya.

Mengakhiri pidato Menteri, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Keluarga Nasional sebagai pengingat bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari keluarga.

"Mari kita jaga keutuhan keluarga, perkuat kasih sayang antara orang tua dan anak, serta hadirkan rumah sebagai tempat yang penuh cinta, pendidikan, dan keteladanan. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul. Dari generasi yang unggul akan lahir Indonesia yang kuat," pungkasnya.(Syaf/Kominfo)

0 Komentar